biar pun yang akhirnya yang 'difahami' hanya lah 'bunyi'....yang tidak tahu hujung pangkalnya.....
'aku'...diri 'mu'...dan diri 'nya' tahu.......
Dia Maha Esa...Maha Mengetahui....Maha Menyayangi....
'aku'...diri 'mu' ....dan diri 'nya' percaya dan yakin....
bahawasanya....Dia tidak akan sesekali menzalimi.....dan Dia tidak jua akan sesekali memungkiri janji.....
ketentuan Allah adalah rahsia Allah...
wallahu'alam...
'aku' jua punya 'keinginan' untuk 'menyayangi'.....namun apa kan daya 'aku'......tidak Dia izinkan daripada 'dizahirkan'.....'aku' tercipta untuk menduga....tentang erti kasih sayang...tanpa 'pengharapan' tentang 'masa hadapan'.....tiada 'cerita' tentang 'masa silam'.....hanya 'wujud' pada tiap hati yang punya 'jiwa'......
'aku' seperti 'terperangkap' dalam diri...yang hanya tahu 'membentak'.....yang hanya tahu 'menjerit'.....tatkala yang 'diperlukan'.....hanya untuk 'bersuara'......
apa kah ada sinar untuk 'aku'...sekiranya tiada diri mu...dan diri nya....?
apa kah akan ada kasih sayang....yang tidak bersyarat....tidak bertepi.....dan tidak perlu 'suara' untuk 'menzahirkan'....tapi 'aku' tahu kasih sayang itu ada....pabila hadir nya diri mu...dan dirinya....
dalam kembara ke alam abadi....yang diimpikan hanya redha daripada Ilahi....
'aku'...diri 'mu'...dan diri 'nya' tahu.......
Dia Maha Esa...Maha Mengetahui....Maha Menyayangi....
'aku'...diri 'mu' ....dan diri 'nya' percaya dan yakin....
bahawasanya....Dia tidak akan sesekali menzalimi.....dan Dia tidak jua akan sesekali memungkiri janji.....
ketentuan Allah adalah rahsia Allah...
wallahu'alam...
